isu keperawatan gerontik

Isu etis dan legal

Lansia yang tidak mempunyai rencana menegemen pribadi atau kepemilikan, saat mengalami kecacatan atau kematian maka akan kehilangan hak, menjadikorban dan konsekwensi buruk yang dihadapi, sehingga perawat dapat menjadi penasehat yang mendorong lansia untuk membuat langkah kedepan dalam mengambil keputusan di masa depan saat terjadi ketidakmampuan.
Tras merupakan pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh individu lansia, denga tras seseorang dapat menunjuk orang lain untuk mengatur segala propertinya dan menunjuk ahli waris, jika terjadi inkompetensi atau kecacatan, menejemen propertinya akan didasarkan keinginan individu. Jika tidak ada pengaturan peraturan yang telah dibuat dan individu lansia tidak bisa membuat keputusan, seorang dapat mengajukan petisi kepengadilan untuk prasidangan incompetency hearing. Jika pengadilan menyatakan bahwa individu tersebut kompeten mkan pengadilan tersebut akan menunjuk wali, pihak ketiga yang diberi kuasa oleh pengadilan untuk mengambil tanggung jawab untuk membuat keputusan finansial untuk individu tersebut. Ada 2 perwalian yaitu perwalian orang dan perwalian Negara, namun ada bentuk perwalian yang kurang mengikat disebut perwalian terbatas melimpahkan kepada wali yang ditunjuk hanya kekuasaan atau tugas-tugas yang tidak dapat dilakukan oleh pemberi kuasa. Ketika individu lansia mengalami penyakit yang parah tanpa harapan sembuh, individu lansia tidak menginginkan hidupnya diperpanjang maka dapat memberi petunjuk dimuka mengenai pengobatan medis melalui penggunan surat wasiat. Dokumen tertulis ini harus ditandatangani oleh individu dan mempunyai 2 orang saksi, surat wasiat ini harus diberikan kepada dokter yang merawat dan digabungkan ke dalam cacatan medisnya. Banyak Negara bagian yang telah memberlakukan undang-undang untuk enerima dokumen tersebut. Perawat dapat membantu individu menyimpan dokumen tersebut dan mendorong pembahasanya dengan dokter yang merawat. Dokter harus menulis dan menandatangani perintah no-code atau jangan dilakukan resusitasi sebaliknya, resusitasi dilakukan jika terjadi kegawatan medis.

Medicare dan Medicaid

Medicare adalalah program asuransi social federal yang dirancang untu menyediakan perawatan kesehatan bagi lansia yang memberikan jaminan keamanan social. Medicare dibagi 2 : bagian A asuransi rumah sakit dan B asuransi medis. Semua pasien berhak atas bagian A, yang memberikan santunan terbatas untuk perawatan rumah sakit dan perawatan di rumah pasca rumah sakit dan kunjungan asuhan kesehatan yang tidak terbatas di rumah. Bagian B merupakan program sukarela dengan penambahan sedikit premi perbulan, bagian B menyantuni secara terbatas layanan rawat jalan medis dan kunjungan dokter. Layanan mayor yang tidak di santuni oleh ke dua bagian tersebut termasuk asuhan keperwatan tidak terampil, asuhan keperawatan rumah yang berkelanjutan obat-obat yang diresepkan, kaca mata dan perawatan gigi. Medical membayar sekitar biaya kesehatan lansia (U.S Senate Committee on Aging, 1991).
Medicaid adalah program kesehatan yang dibiyayai oleh dana Negara dan bantuan pemerintah bersangkutan. Program ini beredar antara satu Negara dengan lainya dan hanya diperuntukan bagi orang tidak mampu. Medicaid merupakan sumber utama dana masyarakat yang memberikan asuhan keperawatan di rumah bagi lansia yang tidak mampu. Program ini menjamin semua layanan medis dasar dan layanan medis lain seperti obat-obatan, kaca mata dan perawatan gigi.

Al-Isra

Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik ibu bapakmu. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai usia lanjut dalam pemeliharaan, maka jangan sekali-sekali engkau mengatakan kepada ke duanya perkataan “Ah” dan janganlah engkau membentak mereka dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.(Qs.17-23)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah “ wahai tuhanku sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil”. (Qs. 17-24)

Issu dan kecendrungan masalah kesehatan gerontik
1. masalah kehidupan sexual
adanya anggapan bahwa semua ketertarikan seks pada lansia telah hilang adalah mitos atau kesalahpahaman. (parke, 1990). Pada kenyataannya hubungan seksual pada suami isri yang sudah menikah dapat berlanjut sampai bertahun-tahun. Bahkn aktivitas ini dapat dilakukan pada saat klien sakit aau mengalami ketidakmampuan dengan cara berimajinasi atau menyesuaikan diri dengan pasangan masing-masing. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa maturitas dan kemesraan antara kedua pasangan sepenuhnya normal. Ketertarikan terhadap hubungan intim dapat terulang antara pasangan dalam membentuk ikatan fisik dan emosional secara mendalam selama masih mampu melaksanakan.
2. perubahan prilaku
pada lansia sering dijumpai terjadinya perubahan perilaku diantaranya: daya ingat menurun, pelupa, sering menarik diri, ada kecendrungan penurunan merawat diri, timbulnya kecemasan karena dirinya sudah idak menaik lagi, lansia sering menyebabkan sensitivitas emosional seseorang yang akhitnya menadi sumber banya masalah.
3. pembatasan fisik
dengan demikian lanjut usia seseorang, mereka akan mengalami kemunduran terutama dibidang kemampuan fisik yang dapat mengakibatkan penurunan pada peranan – peranan sosialnya. Hal ini mengakibatkan pula timbulnya ganggun di dalam hal mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga dapat meningkatkan ketergantunan yang memerlukan bantuan orang lain.
4. palliative care
pemberian obat pada lansia bersifat palliative care adalah obat tersebut ditunjukan untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh lansia. Fenomena poli fermasi dapat menimbulkan masalah, yaitu adanya interaksi obat dan efek samping obat. Sebagai contoh klien dengan gagal jantung dan edema mungkin diobatai dengan dioksin dan diuretika. Diuretic berfungsi untu mengurangi volume darah dan salah satu efek sampingnya yaitu keracunan digosin. Klien yang sama mungkin mengalami depresi sehingga diobati dengan antidepresan. Dan efek samping inilah yang menyebaban ketidaknyaman lansia.

5. Pengunaan obat
Medikasi pada lansia memerlukan perhatian yang khusus dan merupakan persoalan yang sering kali muncul dimasyarakat atau rumah sakit. Persoalan utama dan terapi obat pada lansia adalh terjadinya perubahan fisiologi pada lansia akibat efek obat yang luas, termasuk efek samping obat tersebut. (Watson, 1992). Dampak praktis dengan adanya perubahan usia ini adalah bahwa obat dengan dosis yang lebih kecil cenderung diberikan untuk lansia. Namun hal ini tetap bermasalah karena lansia sering kali menderita bermacam-macam penyakit untuk diobati sehingga mereka membutuhkan beberapa jenis obat. Persoalan yang dialami lansia dalam pengobatan adalah :
• Bingung
• Lemah ingatan
• Penglihatan berkurang
• Tidak bias memegang
• Kurang memahami pentingnya program tersebut unuk dipatuhi dan dijalankan
Kesehatan mental
Selain mengalami kemunduran fisik lansia juga mengalami kemunduran mental. Semakin lanjut seseorang, kesibukan soialnya akan semakin berkurang dan dapat mengakibatkan berkurangnya intregrasi dengan lingkungannya.
Hukum dn etik dalam perawatan gerontik
Dalam Undang – undang Dasar 1945 pada :
Pasal 27
Segala W.N. bersamaan kedudkan didalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjungnya hokum dan pemerinahannya itudengan tidak ada kecualinya.
Tiap – tiap W.N. berhak atas pekerjaannya dan penghidupannya yang layak bagi kemanusiaan
Pasal 34
Pakir miskin dan anak –anak yang terlantar dipelihara oleh Negara.
Berpedoman pada hokum tersebut, sebagai perawat kesehatan masyarakat bertanggung jawab dalam mencegah penganiyayaan. Penganiyayaan yang dimaksud dapat berupa : penyi-nyiyaan, penganiayaan yang disengaja dan eksploitasi. Sedangkan pencegahan yang data dilakukan adalah berupa : perlindungan dirumah, perlindungan hokum dan perawatan dirumah. Berkaitan dengan kode etik yang harus diperhatikan oleh perawat adalah :
• Perawat harus memberikan rasa hormat kepada klien tanpa memperhatiak suku, ras, gol, pangkat, jabatan, status social, maslah kesehatan.
• Menjaga rahasia klien
• Melindungi klien dari campur tangan pihak yang tidak kompeten, tidak etis, praktek illegal.
• Perawat berhak mnerima jasa dari hasil konsultasi danpekerjaannya
• Perawat menjaga kompetesi keperawatan
• Perawat memberikan pendapat dan menggunakannya. Kompetei individu serta kualifikasi daalm memberikan konsultasi
• Berpartisipasi aktif dalam kelanjutanyaperkembangannya body of knowledge
• Berpartipitasi aktif dalam meningkatan standar professional
• Berpatisipasi dalam usaha mencegah masyarakat, dari informasi yang salah dan misinterpretasi dan menjaga integritas perawat
Perawat melakukan kolaborasi dengan profesi kesehatannya yang lain atau ahli dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat termasuk pada lansia.
JPKM lansia
Salah satu program pokok perawatan kesehatan masyarakat yang ada di puskesmas sasrannya adalah yang didalamnya ada keluarga lansia. Perkembangan jumlah keluarga yang terus menerus meningkat dan banyaknya keluarga yang berisiko tentunya menurut perawat memberikan palayanan pada keluarga secara professional. Tuntutan ini tentunya membangun “ Indonesia Sehat 2010 “ yang salah satu strateginya adalah Jaminan Pemeliharan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Dengan strategi ini diharapkan lansia mendapatkan yang baik dan perhatian yang selayaknya.

Published in: on Mei 7, 2009 at 4:31 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://qie30.wordpress.com/2009/05/07/isu-keperawatan-gerontik/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: